Terorisme dan Radikalisme, Buah Konspirasi Barat?

Oleh: M. Rivani Gunawan(Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram)

Kita mungkin tak asing lagi dengan Istilah Terorisme dan Radikalisme. Jika menengok ke masa lalu, tepatnya tahun 2001, kita akan menemukan peristiwa serius yang menjadi awal dari perubahan polugri pasca perang dingin. Runtuhnya gedung World Trade Center dan juga Pentagon di New York, Amerika Serikat akibat ditabrakkannya pesawat, menyebabkan banyak orang-orang tewas dalam insiden tersebut. Presiden Bush waktu itu menilai bahwa semua itu adalah perbuatan Al Qaeda. Hal itu berdasarkan pernyataan Osama bin Laden (Pemimpin Al Qaeda) yang menyerukan perang terhadap Amerika Serikat sebelum insiden tersebut terjadi.

Dari kejadian yang melanda Amerika, muncullah berbagai isu-isu baru mengenai terorisme. Media-media kemudian banyak memberitakan bahwa terorisme yang terkait dengan Al Qeda identic dengan Arab dan Islam. Melalui propaganda media itu masyarakat Amerika begitu marah kepada muslim yang berada di sana. Sampai saat ini Islam seperti masih termarginalkan oleh anggapa-anggapan tersebut. dapat dilihat dari kebijakan Presiden baru Amerika Serikat Donald Trump yang melarang beberapa negara yang mayoritas negaranya beragama Islam. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah benar bahwa itu merupakan perbuatan Al Qaeda? Ataukah hanya sebuah propaganda yang dibuat oleh barat supaya Islam nampak bersalah.

Hal tersebut akan menjadi mungkin jika terdapat bukti-bukti yang menyatakan demikian. Itulah yang menjadi saksi bahwa apakah pelakunya memang orang Islam atau hanya propaganda saja. Seperti yang dilansir dari Viva.com bahwa Ugur Tezer mengatakan bahwa peristiwa nine eleven itu adalah salah satu cara AS untuk menekan umat muslim. Bahkan menurut Hanafi Rais, Anggota DPR RI, mengatakan bahwa Islam selalu dicitrakan negative, terlebih lagi ketika menyebut nama Al Qaeda, ISIS dan lainnya. Padahal itu semua buatan Amerika. Menurut beliau, isu terorisme sengaja dikaitkan dengan Islam. Hal ini karena Islam dinilai sebagai sebuah musuh yang harus diperangi.

Sebenarnya telah banyak bukti yang mengatakan bahwa kejadian tabrakan pesawat yang terjadi Antara pesawat Boeing 757 dan gedung WTC adalah suatu kepalsuan yang dibuat oleh Amerika Serikat. Bahkan telah banyak artikel-artikel dan video beredar di Internet yang menceritakan tentang hal tersebut.

Direktur PIPA, Stephen Kull mengatakan bahwa ternyata sebenarnya pelaku dari peristiwa tersebut sebenarnya belum diketahui sampai sekarang. Tak ada kepastian mengenai pelaku pengeboman itu. Bahkan dala suatu video ternyata bangkai pesawat tersebut tak ditemukan sampai saat ini. Jika memang pelaku menabrakkan pesawat, tentu saja seharusnya pesawat tersebut meninggalkan jejak seperti serpihan pesawat. Namun, ini sangatlah aneh, tak ada jejak pesawat sedikitpun di TKP.

Hal ini antara dua kemungkinan apakah ada tabrakan pesawat, ataukah sudah ada bom sebelumnya yang diletakkan di dalam gedung WTC tersebut. dan dari bukti-bukti tersebut, Sebagian besar mengarah pada sebuah konspirasi yang sangat kuat. Islam memang termasuk salah satu agama yang diaggap sebagai pengganggu untuk ide-ide yang berasal dari barat, seperti ide Libralisme dan Komunisme. Wajarlah barat sangat memusuhi Islam. Terlebih lagi pada zaman kekhalifahan Utsmaniah, salah satu kerajaan Islam yang ditakuti barat, menjadi factor kebencian barat terhadap Islam. Mereka kemudian mengkonstrusi ilmu pengetahuan, dan juga bahkan yang membuat paham baru yang sangat bertentangan dengan pemahaman Islam saat ini yang bisa diterima oleh seluruh negara.

Dari hal itu sebernanya dapat kita lihat, bahwa ide dari terorisme itu dan juga merupakan ide yang sangat bagus untuk menghancurkan Islam. Analoginya, ketika suatu agama mengajarkan menjadi terrorism maka agama tersebut adalah agama yan sangat buruk. Itulah yang ingin dimunculkan oleh pihak barat. Selain dari itu, pihak barat tidak semata-mata hanya membenci Islam, terutama yang beradi di wilayah Timur Tengah, namun mereka mengetahui bahwa di Wilayah Timur Tengah terdapat potensi alam yang besar yang ingin direbut oleh pihak barat terutama Amerika Serikat.

Wilayah Arab merupakan wilayah gurun terkenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah dari segi Minyak-nya. Factor inilah yang kemudian membuat membuat Barat mengelu-elukan Terorisme di Timur Tengah, supaya suatu saat nanti ketika bangsa Arab sudah berkonflik maka mereka akan masuk ke sana dengan isu keamanan dan bisa jadi mereka akan mengambil sumberdaya Alam mereka.

Terorisme memang merupakan masalah yang serius yang dihadapi negara-negara saat ini, namun tak seharusnya wajah terorisme itu kita identikkan dengan Islam, maupun Agam yang lainnya. Namun kita juga harus melihat sisi lain dibalik terorisme tersebut, yaitu suatu konspirasi nyata yang dibangun untuk menghancurkan agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s