SEANDAINYA AKU MENJADI DUTA BAHASA

Assalamualaikum….

Ini merupakan salah satu tulisan yang kubuat ketika mengikuti lomba Duta bahasa yang berada di daerahku.

Oleh: Muhammad Rivani Gunawan (Universitas Mataram)

Indonesia merupakan bangsa yang besar, bangsa yang memiliki berjuta-juta kekayaan alam yang melimpah ruah. Dapat dilihat dari 17.000 lebih pulau,500 lebih suku dan budaya serta Bahasa yang berbeda-beda. Hal tersebut yang membuat Indonesia kaya akan berbagai hal. Dan sekaligus membuat Indonesia harus memiliki Bahasa persatuan yang akan menyatukan seluruh Suku dan Budaya yang ada di nusantara.

“Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”

Ini adalah isi dari butir Sumpah Pemuda 1928 yang harus diucapkan dengan lantang oleh seluruh pemuda Indonesia. Inilah yang mengisyaratkan Bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan yang sangat berharga dan penting untuk digunakan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan suatu pintu gerbang akan keberadaan Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang diresmikan dan sekaligus sebagai bahasa persatuan Republik Indonesia. Perlu kita ketahui sebagai orang Indonesia, bahwa sejarah yang telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan juga Bahasa telah menjadi lambang persatuan antar budaya di Indonesia.

Namun, permasalahan tak hentinya menghampiri negara yang besar ini. Dari masalah fenomena alam sampai permasalahan bahasa datang menguji. Kita saat ini banyak yang tak mengetahui urgensi dari Bahasa Indonesia. Begitu banyak orang melupakan sejarah bagaimana Bahasa Indonesia sangat dijunjung tinggi oleh para pahlawan terdahulu. Bahasa Indonesia yang baku seakan hilang ditelan peradaban yang semakin berkembang. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan Bahasa gaul dan Bahasa asing dibandingkan Bahasa Ibu Pertiwi ini.

Beberapa daerah di perkotaan besar contohnya. Di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Jakarta, Surabaya dan kota lainnya, lebih memilih menggunakan Bahasa gaul daripada Bahasa Indonesia. Padahal Bahasa gaul kemungkinan besar akan merusak tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beberapa kata yang sering digunakan adalah gue, loe, ngapain, nggak, ngapel, banget. Kata-kata ini berasal dari serapan Bahasa daerah di Jakarta. Tetapi sekarang masyarakat sebagian besar terpengaruh terhadap kata-kata tersebut. Media televisi menjadi sarana yang tepat dalam penyebaran bahasa gaul ini, tentu saja melalui sinetron dan film. Bahkan ketika dalam proses pendidikan, para pelajar baik mahasiswa maupun pelajar terpengaruh akan bahasa gaul. Mereka banyak menggunakannya ketika mempresentasikan tugas-tugas.

Kemudian contoh lain, penggunaan bahasa Indonesia yang ada di daerah perbatasan. Indonesia adalah negara yang berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Papua Nugini, dan Timor Leste. Biasanya di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa Melayu daripada Bahasa Indonesia walaupun mereka adalah warga negara Indonesia.

Di sisi lain terdapat juga bahasa asing yang mendominasi. Kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara pariwisata membuat kita harus menggunakan bahasa asing terutama Bahasa Inggris di kegiatan sehari-hari. Hal ini membuat segala penjuru dan tempat-tempat terutama di daerah pariwisata terdapat bahasa asing yang terpampang. Namun, yang mengecewakan adalah masyarakat menggunakan bahasa asing namun melupakan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia terhadap wisatawan yang datang. Bahkan beberapa masyarakat lebih bangga menggunakan bahasa Inggris dari pada Bahasa sendiri.

Inilah yang menjadi pertanyaan untuk kita. Kapan kita akan peduli dengan Bahasa Indonesia?

Sebuah gagasan yang bagus untuk memunculkan Duta Bahasa. Kita tentu pernah mendengar tentang keberadaan duta bahasa ini. Kemunculan duta bahasa ini adalah salah satu bentuk kecintaan kita terhadap Bahasa Indonesia yang semakin hari semakin tergusur oleh bahasa asing dan bahasa gaul. Duta bahasa merupakan cara yang tepat dalam membuat bahasa Indonesia tak lagi menjadi asing di telinga masyarakat.

Duta bahasa mencerminkan kepada kita bahwa bahasa adalah asset bangsa yang patut kita cintai dan harus kita jaga. Dan melalui duta bahasa inilah satu tahap cara kita menjaganya. Menjadi duta bahasa adalah suatu kebanggaan tersendiri yang dirasakan oleh orang yang terpilih nantinya. Dimana amanah untuk menjaga bahasa Indonesia ini dibebankan kepada orang yang terpilih nantinya, dengan memunculkan ide-ide cemerlang untuk mengatasi permasalahan dalam bahasa Indonesia.

Saya tak pernah mengatakan bahwa saya pantas untuk menjadi Duta Bahasa. Tapi seseorang yang mampu menjaga bahasa Indonesia dan mampu mengajak orang lain untuk mencintai bahasa Indonesia-lah yang pantas akan hal itu. Saya hanya dapat menyumbangkan beberapa ide saja, jika seandainya saya terpilih sebagai duta bahasa.

Dari beberapa ide yang saya pikirkan, salah satunya adalah membuat Hari Bahasa Indonesia. Ide ini berangkat ketika saya sedang menempuh pendidikan SMA. Di SMA dulu, terdapat hari khusus untuk menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan ini sungguh sangat efisien sekali untuk membuat para siswa dapat berbicara bahasa Inggris yang baik dan benar. Begitu pula dengan Bahasa Indonesia, kita akan lebih mencintai bahasa Indonesia ketika adanya Hari Bahasa Indonesia. Tentu bahasa Indonesia yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang baku. Pada hari tersebut akan kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, contohnya seperti: lomba karya Tulis, Debat Bahasa Indonesia, lomba baca puisi, dan lain sebagainya.

Usaha lainnya adalah dengan mengoptimalisasi peran guru bahasa Indonesia di daerah-daerah yang minim akan penggunaan bahasa Indonesia seperti di daerah perbatasan dan di tempat-tempat tertinggal yang pendidikannya belum cukup memadai. Banyak permasalahan bahasa itu dikarenakan oleh kurangnya jumlah guru bahasa Indonesia yang tersebar dengan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan semangat ini, beberapa tahun kedepan bukan tidak mungkin, negara Indonesia akan menjadi negara yang mencintai bahasa Indonesia dengan segenap jiwa, dan impian dari Sumpah Pemuda akan terwujudkan.

“Cintai Bahasa Indonesia”

“Lestarikan Bahasa Daerah”

“Pelajari Bahasa Asing”

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s